Kota Bengkulu – Dalam rangka memberikan rasa aman dan menjamin kelancaran pelaksanaan ibadah umat Kristiani, Polsek Ratu Samban melaksanakan kegiatan patroli dan monitoring ibadah Mingguan di wilayah hukumnya, Kota Bengkulu, pada Minggu pagi, 25 Januari 2026.
Kegiatan pengamanan dan pemantauan tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Gereja GBI Rayon 13 yang berlokasi di Jalan Soeprapto, Kelurahan Kebun Geran, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu.
Patroli ini dilaksanakan oleh personel piket patroli Polsek Ratu Samban dengan melakukan monitoring secara langsung terhadap jalannya ibadah Mingguan, sekaligus patroli dialogis dengan jemaat dan masyarakat sekitar lokasi gereja.
Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Ratu Samban memantau keamanan gedung gereja, arus lalu lintas di sekitar lokasi, area parkir kendaraan roda dua dan roda empat, serta berkoordinasi dengan juru parkir guna memastikan situasi tetap aman dan tertib. Selain itu, petugas juga menyampaikan imbauan Kamtibmas secara humanis kepada jemaat dan warga sekitar.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kegiatan ibadah Mingguan di Gereja GBI Rayon 13 berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Ibadah dipimpin oleh Pendeta Pdm. Joshua dan dihadiri kurang lebih 130 jemaat. Seluruh kendaraan jemaat terparkir dengan baik dan aman, serta tidak ditemukan gangguan keamanan selama kegiatan berlangsung. Kondisi cuaca pada saat pelaksanaan ibadah terpantau cerah.
Kasi Humas Polresta Bengkulu, IPTU Endang Sudrajat, menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam setiap kegiatan keagamaan merupakan bentuk komitmen dalam menjaga toleransi dan keamanan masyarakat.
“Pengamanan dan monitoring kegiatan ibadah merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat untuk menjamin kebebasan beribadah serta menciptakan rasa aman dan nyaman. Polresta Bengkulu akan terus hadir di tengah masyarakat guna menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar IPTU Endang Sudrajat.
Polsek Ratu Samban berkomitmen untuk terus meningkatkan kegiatan patroli dan pengamanan, khususnya pada kegiatan keagamaan, sebagai wujud Polri yang Presisi dan humanis dalam melayani masyarakat.














