Kota Bengkulu – Dalam rangka mempererat sinergitas antar unsur pemerintahan dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polsek Ratu Agung, Kapolsek Ratu Agung AKP T. Sembiring, S.H., M.H. menggelar kegiatan Ramah Tamah / Makan Siang Bersama Tripika serta Lintas Sektoral Kecamatan Ratu Agung, bertempat di Café Dua2, Jl. Nusa Indah, Kecamatan Ratu Agung, Senin (14/07/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kanit Binmas, Kanit Reskrim, Kanit Sabhara, Kanit Intelkam dan Bhabinkamtibmas Polsek Ratu Agung, Camat Ratu Agung Subhan Gusti, S.Sos, Kepala Puskesmas Nusa Indah, Kepala Puskesmas Lempuing, serta para lurah se-Kecamatan Ratu Agung.
Dalam sambutannya, Kapolsek Ratu Agung memperkenalkan diri secara resmi kepada unsur Tripika, tokoh lintas sektoral, dan para lurah yang hadir. Ia menegaskan bahwa kegiatan ramah tamah ini merupakan ajang silaturahmi, koordinasi, dan kolaborasi lintas sektoral guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta mendukung penuh program-program pemerintah di tingkat kecamatan.
Selain itu, Kapolsek juga menyampaikan adanya potensi kerawanan kamtibmas, khususnya terkait tempat kos yang kerap disalahgunakan oleh oknum pelaku kejahatan sebagai tempat singgah atau transit. Menanggapi hal tersebut, dihasilkan sejumlah langkah konkret hasil koordinasi bersama Tripika dan unsur lintas sektoral, yaitu:
Penerbitan Surat Edaran oleh para lurah untuk melakukan pendataan kepada pemilik dan penghuni kos.
Pengaktifan kembali Himbauan Kamtibmas “Tamu 24 Jam Wajib Lapor Ketua RT”, yang akan dijalankan oleh Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat kelurahan, serta ketua RT dan Linmas.
Pelaksanaan patroli preventif dan preemtif ke tempat-tempat kos/kontrakan yang dianggap rawan terhadap potensi gangguan sosial maupun tindak pidana.
Kegiatan Ramah Tamah ini rencananya akan menjadi agenda berkelanjutan yang nantinya akan dilaksanakan secara bergilir di seluruh kelurahan di wilayah Kecamatan Ratu Agung. Kegiatan lanjutan tersebut akan melibatkan tokoh masyarakat (tomas), tokoh agama (toga), dan tokoh pemuda (toda) sebagai bagian dari pendekatan partisipatif dalam menjaga kamtibmas.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara Polri dan unsur pemerintahan setempat dalam mendeteksi dan menangani potensi gangguan kamtibmas secara cepat dan tepat.














