Kota Bengkulu – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bengkulu resmi menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dan Mudzakarah XI pada Rabu, 15 Oktober 2025, bertempat di Hotel Vista Kota Bengkulu. Acara ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi para ulama, tokoh agama, dan pemerintah daerah dalam menyatukan visi menuju pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai religius dan sosial.
Mengusung tema “Peran Zakat dalam Mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” acara ini dibuka dengan serangkaian kegiatan seremonial, mulai dari pembacaan kalam ilahi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga khutbah iftitah dan tausiyah dari para tokoh ulama terkemuka.
Acara ini dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda Kota Bengkulu, antara lain:
– Ketua Umum MUI Provinsi Bengkulu Prof. Dr. KH. Zulkarnain Dali, M.Pd
– Walikota Bengkulu Drs. Dedy Wahyudi, S.E., M.M
– Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Sudarno, S.Sos., M.H
– Perwakilan Dandim 0407, Kejari, dan Pengadilan Negeri Bengkulu
– Ketua dan pengurus MUI Kota Bengkulu, serta perwakilan MUI cabang dari seluruh kota.
Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Kota Bengkulu Drs. H. Zul Efendi, M.Pd.I menyampaikan bahwa Musda ini bukan hanya ajang evaluasi dan pemilihan kepengurusan, melainkan wadah untuk menghadirkan pemikiran-pemikiran cerdas demi kemajuan organisasi MUI dan kontribusinya bagi bangsa.
Sementara itu, Prof. Dr. Zulkarnain Dali, Ketua MUI Provinsi Bengkulu, menekankan pentingnya sinergitas antara ulama dan pemerintah. Ia menyoroti peran vital MUI dalam menyaring dan meredam pengaruh negatif dari informasi atau berita hoaks yang berkembang di masyarakat.
Walikota Bengkulu, dalam sambutannya, menyoroti pentingnya peran ulama dalam membina generasi muda, khususnya terkait isu kenakalan remaja seperti geng motor. Ia bahkan menggagas program pembinaan anak-anak bermasalah melalui masjid, dengan melibatkan Polri, ustaz, dan psikolog sebagai pembina.












