Kota Bengkulu – Upaya penyelesaian permasalahan warga melalui pendekatan humanis kembali dilakukan jajaran Bhabinkamtibmas. Kali ini, Bhabinkamtibmas Kelurahan Surabaya, Polsek Teluk Segara, Aiptu Riska Hariyadi, melaksanakan kegiatan problem solving terkait keributan antarwarga yang terjadi akibat kesalahpahaman.
Kegiatan mediasi dilaksanakan pada Sabtu (21/02) bertempat di rumah Ketua RT 01 RW 01 Kelurahan Surabaya, dengan menghadirkan Ketua RW Nurdin, Ketua RT Kiswanto, serta warga yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Kasihumas Polresta Bengkulu, IPTU Endang Sudrajat menjelaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas sangat penting dalam menjaga kondusifitas lingkungan melalui pendekatan persuasif.
“Problem solving merupakan langkah utama Polri dalam menyelesaikan konflik sosial di masyarakat agar tidak berkembang menjadi permasalahan hukum yang lebih besar,” ujar IPTU Endang.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, keributan bermula pada Kamis malam, 19 Februari 2026 sekitar pukul 21.30 WIB ketika warga menerima informasi adanya kelompok geng motor yang melintas di Jalan Halmahera. Warga kemudian melakukan penjagaan di Jalan Pintu Air guna mengantisipasi kejadian serupa.
Sekitar pukul 22.30 WIB, tiga pengendara motor yang merupakan warga setempat melintas di lokasi penjagaan. Karena melihat kerumunan warga, para pengendara berhenti karena merasa takut. Namun situasi tersebut justru disalahartikan sebagai bagian dari geng motor sehingga terjadi aksi penyerangan.
Para pengendara yang panik kemudian berlari masuk ke rumah salah satu warga, Sdr. Jefri, hingga memicu keributan serta aksi pemukulan dan pengrusakan kendaraan. Akibat kejadian tersebut, adik dari Sdr. Jefri mengalami luka ringan berupa benjol dan memar.
IPTU Endang menuturkan bahwa kesalahpahaman seperti ini kerap terjadi ketika situasi masyarakat sedang waspada terhadap gangguan kamtibmas.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum tentu benar,” jelasnya.
Setelah kejadian, warga mengetahui bahwa pengendara motor tersebut bukanlah geng motor, melainkan warga sekitar. Motor yang sempat dirusak kemudian dikembalikan dan warga juga menyampaikan permintaan maaf. Namun pihak keluarga meminta dilakukan pertemuan resmi melalui Ketua RT agar permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan.
Melalui mediasi yang dipimpin Bhabinkamtibmas, seluruh pihak sepakat berdamai, saling memaafkan, serta tidak melanjutkan permasalahan ke jalur hukum.
“Pendekatan dialog dan musyawarah menjadi solusi terbaik dalam menyelesaikan konflik antarwarga,” ungkap IPTU Endang.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan problem solving akan terus digencarkan guna menjaga stabilitas keamanan lingkungan.
“Kami akan terus mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tutup IPTU Endang.
Dengan adanya penyelesaian secara kekeluargaan tersebut, situasi di wilayah Kelurahan Surabaya kembali kondusif dan masyarakat diharapkan semakin meningkatkan komunikasi serta koordinasi dalam menjaga keamanan lingkungan.














