Kota Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu bersama unsur Forkopimda menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Sinergitas Lintas Sektoral dalam Penguatan Kamtibmas Khususnya Penanganan Geng Motor dalam Mewujudkan Bengkulu yang Aman” di Balai Kota Merah Putih, Selasa (03/03/2026) pukul 16.30 WIB hingga 19.10 WIB. Kegiatan berlangsung aman dan kondusif.
FGD tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Kapolresta Bengkulu Rahmad Hidayat, Dandim 0407 Bengkulu Condro Edi Wibowo, Kajari Bengkulu Yeni Puspita, Wakil Wali Kota Ronny PL Tobing, perwakilan Pengadilan Negeri Bengkulu, Sekda Kota Bengkulu, para Kepala OPD, PJU Polresta Bengkulu, Kapolsek jajaran, Camat dan Lurah se-Kota Bengkulu serta unsur Forkopimda lainnya.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan bahwa kondisi Kota Bengkulu saat ini relatif aman dan terkendali. Ia mengapresiasi langkah cepat dan terukur jajaran Polresta Bengkulu bersama Satpol PP dalam menangani berbagai gangguan kamtibmas, termasuk maraknya geng motor.
“Sinergi Pemda dan Forkopimda adalah fondasi utama menjaga stabilitas keamanan. Bengkulu harus menjadi kota yang aman, nyaman dan ramah bagi generasi muda,” tegasnya.
Menurutnya, langkah konkret harus dilakukan secara bersama-sama, mulai dari peningkatan pengawasan rumah kos agar tidak disalahgunakan, memastikan penerangan jalan umum berfungsi optimal, hingga memperkuat peran lurah, RT dan RW dalam membina generasi muda.
“Pengawasan lingkungan, optimalisasi penerangan jalan, serta pembinaan anak-anak kita harus berjalan beriringan agar aksi geng motor dapat dicegah sejak dini,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolresta Bengkulu Rahmad Hidayat menyampaikan bahwa penanganan geng motor tidak dapat dilakukan secara parsial. Pihaknya telah menyiapkan langkah strategis melalui penguatan deteksi dini fungsi intelijen serta optimalisasi peran Bhabinkamtibmas di lapangan.
“Penanganan geng motor tidak bisa dilakukan sendiri. Kami perkuat deteksi dini, tingkatkan patroli terpadu, dan gandeng seluruh elemen masyarakat demi menjaga Kota Bengkulu tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Selain langkah represif, Polresta Bengkulu juga mengedepankan pendekatan preventif melalui penyuluhan hukum dan edukasi keselamatan berlalu lintas di sekolah-sekolah. Kapolresta menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak pada malam hari serta perlunya kebijakan bersama terkait pembatasan jam aktivitas pelajar.
“Pendekatan preventif menjadi prioritas kami. Edukasi di sekolah, peran aktif orang tua, serta sinergi RT dan RW adalah kunci mencegah generasi muda terjerumus dalam aksi geng motor,” jelasnya.
Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi, di antaranya pengembangan kegiatan positif bagi remaja seperti olahraga dan seni budaya, patroli gabungan lintas instansi pada titik rawan khususnya akhir pekan, serta optimalisasi peran tokoh masyarakat dalam penyelesaian potensi konflik.
Melalui FGD ini, diharapkan terbangun komitmen bersama seluruh elemen dalam menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, sebagai langkah nyata mewujudkan Bengkulu yang aman, tertib, dan bebas dari aksi geng motor.














