KOTA BENGKULU – Memastikan profesionalisme dan kesiapan mental personel dalam memegang senjata api (senpi) dinas, Polresta Bengkulu menggelar tes psikologi berkala. Sebanyak 148 personel berkumpul di Aula Endra Dharma Laksana pada Selasa (14/04) untuk mengikuti rangkaian uji kelayakan tersebut.
Kegiatan ini ditujukan bagi anggota yang hendak mengajukan permohonan baru maupun mereka yang memperpanjang izin pinjam pakai senjata api inventaris Polri. Dalam pelaksanaannya, Polresta Bengkulu bekerja sama dengan Tim Psikologi Biro SDM Polda Bengkulu yang dipimpin oleh AKBP Merson Masluhadi, S.Psi., M.H., bersama 11 personel tim penguji.
Kabag SDM Polresta Bengkulu, Kompol Tasrim, S.H., menegaskan bahwa kepemilikan senjata api bagi anggota polisi bukanlah hak yang melekat tanpa syarat, melainkan amanah yang harus dibarengi dengan stabilitas emosi yang matang.
“Para personel yang mengajukan permohonan sebagai calon pemegang senpi dinas wajib hukumnya mengikuti tes psikologi. Tujuan utamanya adalah untuk menjamin agar dalam menjalankan tugasnya, para personel tidak memiliki hambatan atau permasalahan secara psikologis yang dapat membahayakan diri sendiri maupun masyarakat,” ujar Kompol Tasrim di sela-sela kegiatan.
Materi ujian yang diberikan meliputi berbagai aspek krusial, mulai dari tingkat ketelitian, kemampuan klasifikasi objek, hingga profil kepribadian mendalam. Selain tes reguler untuk senpi, terdapat pula lima personel yang mengikuti sesi konseling khusus untuk pendampingan permasalahan pribadi maupun kedinasan.
Kompol Tasrim menambahkan bahwa hasil dari tes ini akan menjadi parameter utama apakah seorang anggota layak atau tidak untuk memegang senjata api.
“Bagi pemegang senjata api maupun yang baru mengajukan, hasil tes ini yang akan menentukan kelayakan mereka. Kami ingin memastikan bahwa senjata api jatuh ke tangan personel yang tepat, yang memiliki kontrol diri yang baik dan kepribadian yang stabil,” tambahnya.
Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan agenda rutin yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali sebagai bentuk pengawasan ketat internal kepolisian. Selain aspek keamanan senjata, tes ini juga berfungsi sebagai instrumen pemetaan jabatan untuk melihat potensi setiap anggota.
“Tes psikologi ini kami laksanakan secara rutin per enam bulan sekali. Ini berkaitan erat dengan pemetaan jabatan yang dilakukan untuk mengetahui secara detail bagaimana minat dan bakat para anggota di lapangan,” jelas Kabag SDM.
Data yang diperoleh dari hasil tes ini nantinya akan menjadi rujukan strategis bagi pimpinan dalam menempatkan personel pada unit-unit kerja yang sesuai dengan karakter psikologisnya di lingkungan Polresta Bengkulu.
“Kegiatan ini dilakukan secara rutin dan berkala. Pada akhirnya, tes psikologi ini adalah alat kami untuk memotret kompetensi anggota, sehingga penempatan jabatan di Polresta Bengkulu benar-benar didasarkan pada minat, bakat, dan kesiapan mental mereka,” pungkas Kompol Tasrim.














